Alat-Alat Musik Tradisional Melayu

1. KOMPANG

 

 

 

 

 

Kompang ialah sejenis alat muzik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat muzik gendang. Kulitkompang biasanya diperbuat daripada kulit kambing betina, namun mutakhir ini, kulitnya juga diperbuat dari kulit lembu, kerbau malah getah sintetik.

Pada kebiasaannya, seurat rotan akan diselit dari bahagian belakang antara kulit dan bingkai kayu bertujuan menegangkan permukaan kompang, bertujuan menguatkan bunyi kompang. Kini, gelung plastik turut digunakan.

Tterdapat dua bahagian kompang iaitu bahagian muka (ada kulit) dipanggil belulang. manakala, bahagian badan (kayu) dipanggil baluh. Kompang perlu diletakkan penegang atau dipanggil sedak iaitu sejenis rotan yang diletakkan antara belulang dan baluh, sedak ini deletakkan bertujuan untuk menegangkan bahagian belulang dan menyedapkan bunyi kompang apabila dipalu.

Alat muzik ini berasal dari dunia Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu sama ada ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India Muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.

Kompang biasanya berukuran enam belas inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia mempunyai bukaan cetek dan dimainkan dengan memegang dengan sebelah tangan sementara dipalu dengan sebelah tangan yang lain.

 

 

Gambar belakang bahagian kompang. Kelihatan gelung plastik tebal yang digunakan bagi menala bunyi kompang dengan menyelit antara bingkai dan kulit penutup. Pada waktu dahulu, rotan digunakan.

Cara memalu kompang ialah dengan menepuk kulit kompang dengan bahagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan semasa perarakan, kenduri dan upacara-upacara tradisi lain.

Bunyi yang berlainan dihasilkan dengan membezakan cara bukaan tapak tangan. Bunyi ‘bum’ di perolehi dengan tepukan di sisi kompang dan tapak tangan dikuncup/rapat. Bunyi ‘pak’ di perolehi dengan tepukan di tengah kompang dengan jari tangan yang terbuka.

Paluan kompang terbahagi kepada 2 bahagian iaitu paluan tradisi dan paluan moden ataupun kreatif. Paluan tradisi adalah paluan di mana memukul kompang sambil menyayi ataupun bersyair dalam versi Arab ataupun bahsa Melayu klasik. Manakala paluan moden pula di mana paluan tersebut diselitkan dengan gerakan ataupun tarian. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk memartabatkan kembali kesenian Melayu yang telah hampir pupus ini.

2.  DARBUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

Darbuka adalah drum tangan berbentuk seperti jam pasir atau piala yang populer di budaya Timur Tengah. Sering disebut sebagai drum piala, Darbuka menghasilkan suara yang berbeda ketika musisi menyerang mereka dengan telapak tangan atau jari-jari.teknik

Darbuka berbeda dari drum tangan standar dalam bahwa mereka tidak harus dipukul keras oleh telapak tangan untuk menghasilkan suara. Sebaliknya, musisi menggunakan teknik drum ringan dengan telapak tangan dan jari-jari.

 

 

 

 

3. JIMBE

 

Jimbe adalah alat music perkusi yang sangat populer didunia, jimbe juga dapat dimainkan untuk berbagai kalangan usia dari anak –anak hingga dewasa, ukuran jimbe sangat bervariasi dengan motif dan bentuk ukuran yang berbeda –beda, ada juga yang berukiran. Adapun bunyi yang dihasilkan sangat unik ,bersuara ada yang konstan, ada yang ditabuh hingga bergemuruh, berbunyi tajam, bahkan dapat berbunyi sangat treble dan gaduh yang seolah-olah dapat membangkitkan energi spiritual dari ritual-ritual masa lalu. Membran sebagai sumber bunyinya bisa menggunakan kulit kambing, kerbau ataupun antelop. Teknik merenggangkannya pun khusus, setelah melalui proses pengeringan yang cukup membran atau kulit tersebut diikatkan kencang dengan tali di selingkar badan kayunya.

 

4.  ARKODION

 

Akordion adalah instrumen musik yang milik keluarga buluh instrumen. Akordeon ini bekerja dengan menekan serangkaian tombol dan menyempitkan instrumen. Ada berbagai jenis akordeon tersedia di pasar kualitas harga yang berbeda membentuk murah ke mahal menurut ukuran dan kualitas. Jika Anda berencana untuk membeli akordeon titik utama adalah bahwa Anda merasa nyaman saat bermain itu berarti bahwa pastikan saat Anda sedang bermain itu Anda dapat memainkannya dengan baik cuaca Anda duduk atau berdiri. Anda merasa nyaman dan dapat dengan mudah menarik bellow masuk dan keluar dan ketika Anda mulai untuk bermain pitch yang sempurna sangat penting. Tergantung pada Anda bahwa apa yang Anda ingin dasar penuh dan kecil. Berat sangat penting dalam akordeon. Akordeon ringan umumnya mahal Anda juga mempertimbangkan mana akordeon terbuat dari Italia dan Jerman adalah akordion buatan tangan yang berarti jumlah nada vibrato manis dan baik juga merupakan faktor yang cukup besar dalam akordeon. Para akordion adalah dari tiga bagian utama: • Keyboard Treble itu diposisikan di sisi kanan akordeon. Ini adalah seperti piano keyboard. Jumlah tombol yang berbeda sesuai dengan ukurannya • Keyboard Bass itu adalah pada sisi kiri akordion.. Ini adalah kumpulan tombol di baris sesuai dengan catatan. • Para Bellows adalah bagian paling penting dari akordion juga disebut jantung akordeon. Mereka mendorong udara melalui ilalang. Reeds berada di dalam akordeon.

5. GENDANG BEBANO

 

 

Bebano adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah, zapin melayu dan hadroh.

Di Indonesia, alat musik rebana berkembang menjadi banyak jenis. Biasanya merupakan ciri khas dari kultur budaya daerah tertentu. Jenis alat rebana yang paling umum diantaranya, Rebana Banjar, Rebana Biang, Jidor, Kompang, Marawis, Samroh, Hadroh dan lainnya…

Sebagai contoh, masyarakat di pesisir utara pulau Jawa menyebut Rebana adalah Terbang Banjari. Mereka tidak mengenal Kompang ataupun Biang…Begitu pula masyarakat di wilayah Sunda. Di sana jarang sekali orang yang mengenal Samroh maupun Hadroh…Jadi pengertian alat musik Rebana di setiap daerah bisa saja berbeda bergantung dari kebudayaan asal masing-masing.

Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Jika di Indonesia umumnya Rebana dimainkan untuk lagu-lagu keagamaan dan sarana dakwah, maka tepukan rebana di daerah Melayu biasa mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.

 

 

 

 

 

 

6. GAMBUS

 

Gambus merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapin dan nyanyian pada waktu diselenggarakan pesta pernikahan atau acara syukuran.Gambus merupakan salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapin dan nyanyian pada waktu diselenggarakan pesta pernikahan atau acara syukuran.

Alat musik ini identik dengan nyanyian yang bernafaskan Islam. Dalam mengiringi penyanyi, alat musik ini juga diiringi dengan alat musik lain, seperti marwas untuk memperindah irama nyanyian. Bentuknya yang unik seperti bentuk buah labu siam atau labu air (My) menjadikannya mudah dikenal. Alat musik gambus juga dianggap penting dalam nyanyian Ghazal yang berasal dari Timur Tengah pada masa kesultanan Malaka. Kedatangan pedagang-pedagang Timur Tengah pada zaman Kesultanan Melayu Melaka telah membawa budaya masyarakat mereka dan memperkenalkannya kepada masyarakat di Tanah Melayu.

Ada beberapa jenis gambus yang dapat diperoleh di mana saja, terutama di kawasan tanah Melayu. Jenis-jenis tersebut, seperti gambus yang hanya mempunyai tiga senar dan ada juga gambus yang mempunyai 12 senar. Jumlah senar biasanya terpulang pada yang memainkannya. Selain dimainkan secara solo, alat musik ini dapat juga dimainkan secara berkelompok. Alat musik gambus dapat dimainkan di dalam perkumpulan musik-musik tradisional atau modern. Bila dikolaborasi antara alat-alat musik tradisional dengan modern akan menghasilkan irama yang merdu serta mempunyai keunikan tersendiri.

7. MARWAS

 

Marwas adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagaialat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenianTimur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dariYaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potongkayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecek. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

 

8. TAMBUR

 

Tambur adalah sejenis alat musik gendang yang besar seperti bedung dan menggunakan stik sebagai pemukulnya

 

9. BIOLA

 

Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola, cello dan double bass atau kontra bass, biola memiliki nada yang tertinggi. Alat musik dawai yang lainnya, bas, secara teknis masuk ke dalam keluarga viol. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.

Sebuah nama yang lazim dipakai untuk biola ialah fiddle, dan biola seringkali disebut fiddle jika digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional

10. GENDANG PANJANG

 

Gendang Panjang adalah gendang yang terkenal di india dengan nama nhol ini kedua sisinya tertutup oleh kulit binatang dan satu sisinya lebih kecil dari sisi yang lainnya. Gendang panjang selalu si mainkan 2 buah, yaitu induk dengan ukuran yang lebih besar dan anak untuk ukuran yg kecil, gendang ini sering di gunakan pada music silat.

11.  GONG

 

Gong adalah alat musik tradisional, alat ini merupakan bagian dari seperangkat alat musik tradisional. Di berbagai daerah juga ada alat sejenis tersebut tetapi mungkin namanya berbeda-beda. Dalam perangkat alat musik tradional tersebut Gong terdiri dari banyak ukuran, untuk laras pelok berbeda dengan yang laras slendro. Salah satu diantaranya adalah yang paling besar selalu dipukul pada pada akhir gending, yang artinya sebagai penutup suatu gending. Selain Gong yang paling besar ada juga gong yang ukurannya sedang, yang ini sering dipakai atau dipajang sendirian diluar pegelaran seni tradisional.

 

12. MANDOLIN

 

Mandolin merupakan sebuah alat musik petik tradisional yang mempunyai senar dan dimainkan seperti biola. Sering dipakai untuk mengiringi tari rudat dan lagu-lagu tradisional. Alat musik ini dapat dipadukan dengan alat musik lainnya untuk mengiringi lagu tradisional.

Cara main alat musik ini mirip dengan gitar, jumlah senar alat musik ini beda dengan gitar. Alat musik ini berasal dari Italia.

Categories: Agama dan Budaya, Media dan Hiburan | Tinggalkan komentar

Rumbai, Rumbai Pesisir, Minas, Tualang Dan Kandis Menuju Daerah Otonom

10417448_806595186030420_3403566500235204353_nSarasehan & Pengukuhan Komite Perjuangan Pemekaran Kecamatan Rumbai-Rumbai Pesisir-Minas-Tualang-Kandis

MAHLIGAI
(Mandiri, Agamis, Harmonis, Lestari, Investasi, Gotong royong, Aman, Intelektual)

@Balai Chevron Tanjak Laksamana

Salam Perjuangan!!

Walaupun kelak kita terpisah 3, Mandau-Pinggir (Kota Duri), Kandis-Minas (Kota Rumbai), Sei. Mandau (Kab. Siak) percayalah kalau adat itu akan tetap ada dan takkan pernah hilang, kita tetap di aliri sungai yang sama, yaitu sungai Mandau…

Sehebat-hebat dan setangguh apapun orangnya, dia gak akan bisa melakukannya sendiri tanpa orang lain, apalagi di dalam organisasi… itulah perlunya orang lain dalam kehidupan ni

Salam Bangkit!! Salam Bersatu!!

Walau beda pemerintahan, secara adat kita tetap berada di naungan (HBMM) Hulu Balang Melayu Mandau, puak Sakai…

Kita harus kuat!! Hidup Putera Daerah!!

Categories: Agama dan Budaya, Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

Mata Uang: Riba

Dalam satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah sallallahu’alaihi wassalam bersabda, “Akan datang suatu masa ketika semua orang memakan riba. Mereka yang tidak mau makan riba pun pasti terkena debunya.”

masa itu adalah hari ini, karena dollar, rupiah yang kita belanjakan itu mata uang riba… hanya dinar dan dirham lah yang tak riba… kenapa? coba pelajari lebih dalam

Categories: Agama dan Budaya, Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

Siak, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir Dan Kepulauan Meranti Menuju Provinsi Riau Pesisir

riau-peta

“ Alhamdulillah, perjuangan bersama masyarakat pesisir sudah diakomodir. Kita berterima kasih kepada Gubernur Riau, teman-teman di DPRD Riau dan seluruh pihak yang telah ikut membantu perjuangan ini. Mudah-mudahan di pusat nanti tidak ada kendala,”
Ahmad Joni Marzainur, SH (Ketua Umum Komite Pembentukan Propinsi Riau Pesisir)

Dalam Persiapan Menuju Provinsi Riau Pesisir, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat membuka secara resmi diskusi tentang peranan media dalam persiapan menuju Provinsi Riau Pesisir. Ini wujud tekad media demi terbentuknya provinsi itu segera.

Perusahaan media PT Bakisa Media Perkasa mengadakan diskusi dan silahturahmi dengan pimpinan media se-Provinsi Riau dengan mengangkat tema “Peranan Media Dalam Persiapan Menuju Riau Pesisir” yang dilaksanakan di Lantai II Grand Zuri Kota Dumai, Sabtu (27/9/14).

Ketua Panitia Syafrizal yang juga pemilik PT Bakisa Media Perkasa dan sekaligus Ketua PWI Dumai dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tekat bulat dalam peran media untuk mewujudkan terbentuknya Provinsi Riau secara nyata kepada masyarakat melalui peranan media itu sendiri.

Dikatakan Syafrizal, kegiatan ini sendiri diikuti oleh perwakilan pimpinan media yang berada di bagian pesisir Riau diantaranya, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Duri dan tuan rumah sendiri yaitu Kota Dumai.

“Kita sebagai media sangat memiliki peran penting untuk mewujudkan Provinsi Riau Pesisir ini. Media juga sangat perpengaruh penting untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi penting pembentukan Provinsi Riau Pesisir itu sendiri,” ungkap Syafrizal memberikan kata sambutan.

Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan mengatakan, kegiatan silahturahmi ini sangat bagus yang dibangung oleh media kepada semua pihak. Pada kesempatan ini, terkait wacana pembentuan provinsi Riau Pesisir, tentunya harus diperjuangkan oleh seluruh komponen untuk mensejahterakan masyarakat yang ikut menjadi dampak pemekaran wilayah.

“Kalau wacana ini adanya pembentukan Provinsi Riau Pesisir tentunya akan ada pembentukan organisasi dari kepolisian daerahnya. Salah satuoinya sudah ada di Kepulauan Meranti. Setelah pisah dengan Bengkalis, Meranti berdiri sendiri dan dibarengi adanya organisasi dari aparat penegak hukum,” ungkap AKBP Yudi Kurniawan dalam memberikan sambutan.

Wakil Walikota Dumai Agus Widayat dalam memberikan sambutan sekaligus membuka acara mengatakan, memberikan apresiasi media ikut membantu memikirkan pembentukan Provinsi Riau Pesisir menjadi provinsi demi menunjang kesejahteraan masyarakat banyak. “Kalaulah Riau Pesisir menjadi provinsi, tentunya masyarakatnya akan sejahtera,” katanya.

Dengan adanya pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini tentu tidak dibarengi dengan kepentingan pribadi untuk mengambil kekuasaan mencari keuntungan sendiri. “Media sangat mempengaruhi percepatan pembentukan ini. Selain media, semua pihak juga sangat berperan penuh untuk mewujudkan pembentukan Provinsi Riau Pesisir,” jelasnya sembari membuka acara.

Kegiatan ini sendiri juga dilaksanakan dengan sesi tanya jawab, kritik saran dan masukan, serta pernyataan sikap kesepakatan untuk menggesa pembentukan provinsi Riau Pesisir yang sudah lama digaungkan dan saat ini statusnya sudah di masukkan dalam RPJM Riau dan posisinya sendiri sudah masuk pembahasan dan ketuk palu dari pihak DPRD Riau.

Adapun tokoh yang dinilai sangat perpengaruh untuk mewujudkan Provinsi Riau Pesisir ini dan bertindak sebagai panelis diantaranya, Ahmad Jhoni Marzainur, Jaka Abdilah, wartawan dari Kabupaten Rokan Hilir, Dawami Bukit Batu, Pemred Dumai Pos sekaligus mewakili Riau Pos Group, serta Agung, tokoh riset dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis.

Turut hadir dalam diskusi ini diantaranya, Zainal Effendi selaku mantan Ketua DPRD Dumai, Chairman Harian Umum Riau Pesisir Ahmad Maritulius, Pemilih Media Cetak Gema Siak Zulfahmi, Pemilik Media Pesisir Pos Syahrul Aidi, dan sejumlah pejabat dari beberapa kabupaten yang diantaranya dari perwakilan Pemkab Bengkalis, Pemko Dumai dan Pemkab Rokan Hilir.

Cewek Kota: ke laut aja deh lu…

Cowok Pesisir: Emang orang pesisir pun, kalau balek kampung nak cam mana tak jumpe kapal, sungai, pulau, laut, Lahanut!!
Emang pun cari Ikan ke laut tu…
Emang awak tak pernah-pernah jumpe laut??

Cewek Kota: @#$%&*

Categories: Agama dan Budaya, Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

The Truly of Riau

10678473_805909996098939_7124722155743721516_nBelum pernah jumpa kasus yang sangat mirip dengan kasus nama “Riau” ini… namun intinya, apapun itu, “SELEMBAYUNG TAKKAN PERNAH HANCUR” Baca lebih lanjut

Categories: Agama dan Budaya, Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

Keadilan??

10603197_805987456091193_1888457651165072213_n

Gambaran Satelit di teritori Asia Tenggara waktu malam hari dengan lampunya…
Adakah kesenjangan terlihat disini??
ini baru contoh kecil, lampu, belum lagi yang lain, tapi gak apa, peluang untuk Electrical Engineering besar hehe

#penguasa

Yang seharusnya membuat masyarakat Riau lebih sejahtera, namun harus di opor dahulu ke pusat dan rentan dikorupsi di pusat dan daerah:

-Siak-Bengkalis: pariwisata, perkantoran, kelapa sawit
•Minas-Duri (Mandau): tambang minyak bumi terbaik dan terbesar di Asia Tenggara, 10 besar dunia, kelapa sawit
-Dumai: perkapalan/pelabuhan besar
-Rohil (Bagansiapiapi): perikanan 10 besar dunia
•belum lagi tambang minyak bumi raksasa yang baru di temukan di sekitar sungai Rokan
-Kep. Meranti: perkebunan sagu ketiga terbesar di dunia

-Pelalawan: Pariwisata sungai dengan ombak langka di dunia, industri kayu besar
-Inhil (Tembilahan): perkebunan kopra / kelapa terbesar di Nusantara
-Inhu: kakao, pinang, kebun sawit

-Kampar & Rohul: kebun sawit terluas di Asia Tenggara dan salah satu di dunia
-Kuansing: kebun karet, pertambangan emas & batu bara, SDM terbaik di Riau
-Pekanbaru: perdagangan, pajak, investasi

√Kepri: bea cukai, kelautan, gas alam dll

Dan banyak usaha lain yang tersebar, belum lagi lahan gambut dll. tanah yang subur dan perut bumi yang melimpah, yang pastinya membuat tetangga dan pusat mengiler… Sayang, Putra Daerah masih “bodoh dan belum melek”…

Rata2 orang Asia Tenggara ni hebat2, karena alamnya yang kaya & tanahnya yg subur, tak perlu macam orang Asia Timur & Eropa buat… Kita cuma perlu pakai, mereka jual, kita beli… Kita kasih bahan2, kita suruh orang tu buat, kemudian, kita yang pakai, sebanter2nya kita cuma merakit, modif & jual

Sekali2 cobalah kita yang produksi sendiri, pasti jauh untung walau gak bagus2 kali…

‪#‎masihcariilmu‬

Categories: Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

Go Sumatera: The Truly of Malay

10387420_776428529047086_2194183157265255954_n

1. Luas pulau Sumatera 425.000 km² (pulau terluas ke 6 di dunia)
2. Luas 4 pulau-pulau besar di Sumatera 24.004 km² [di atas 1.000 km²]
-pulau Bangka 11.330 km² (pulau terluas ke 67 di dunia)
-pulau Belitung 4.800 km² (pulau terluas ke 120 di dunia)
-pulau Nias 4.064 km² (pulau terluas ke 136 di dunia)
-pulau Siberut 3.810 km² (pulau terluas ke 139 di dunia)
3. Luas ribuan pulau-pulau kecil lainnya di Sumatera 20.996 km²

Luas Total jika Sumatera menjadi Sebuah Negara 470.000 km² (lebih luas daripada Jepang, Jerman, Italia, Inggris, Korea Selatan, Belanda, Swiss)

Tentunya jika menjadi sebuah negara, pasti akan lebih maju… Rakyatnya akan lebih makmur… karena yang terpenting itu makmur, bukan besar, percuma besar, kalau rakyat tak makmur:) Baca lebih lanjut

Categories: Agama dan Budaya, Geo-Politik dan Ekonomi | Tinggalkan komentar

Pakaian Adat Melayu

Teluk Belanga, Kain Songket, dan Songkok sebagai simbol kebesaran Melayu

10603371_794894073867198_2628567367784582937_n

 
Bapak Presiden RI Ke 6 Periode 2004-2014 beserta Istri. Menggunakan Songkok dan Keris yang juga melambangkan kebesaran Melayu.
David Archuleta finalis American Idol

“Dua minggu sebelum lebaran, saya sempat jalan-jalan di Johor dan Kuala Lumpur (Malaysia), Geylang Serai (Singapura) dan Kepri. Saya sempat meluangkan waktu  berbelanja untuk persiapan lebaran di ketiga negara ini. Walau beda negara, seluruh masyarakat Muslim di tempat yang saya kunjungi sama-sama sibuk dan gencar menjual segala produk lebaran diiringi dengan lagu-lagu lebaran serta segala macam dekorasinya.

Perbedaannya hanya dari segi penjualan model pakaian. Di Batam pakaian lebaran yang didagangkan semuanya menawarkan pakaian busana Muslim modern. Walaupun Baju kurung dan Teluk Belanga kembali populer di Kepulauan Riau, Saya tidak melihat satupun berjualan pakaian tradisional tsb di daerah kaum Melayu tsb. Berbeda dengan Malaysia dan Singapura walaupun pakaian busana Muslim modern turut ditawarkan, Baju Kurung dan Teluk Belanga yang bentuknya tidak pernah berubah sejak belum merdeka tetap memegang nominasi terbesar menjadi pakaian terfavorit setiap tahun.(di Semenanjung Teluk Belanga dikenali dengan sebutan baju Melayu)”

Baca lebih lanjut

Categories: Agama dan Budaya | Tags: | Tinggalkan komentar

Seberapa Aslikah Budaya Indonesia?

10703873_800494863307119_5859561507434128422_n

Kita sering merasa menjadi mangsa atas perbuatan negara tetangga yang dikatakan sering mencuri baik makanan maupun budaya. Pertanyaan saya…
1-Apakah kita pernah belajar apa yang dimaksud budaya, globalisme, adobted culture, perjalanan budaya dan sebagainya?
2-Apakah kita dibesarkan dengan cara yang sangat munafik sehingga sering membuat drama “play victim” seperti didalam sinetron apabila watak sijahat yang berpura-pura baik,pura2 disiksa namun sebaliknya sijahat telah melakukan penindasan yang sangat kejam terhadap orang yang dianggap musuh?
3-Apakah kita semua terlalu bodoh, malas dan arogan tidak mau belajar dan keberadaan orang lain?
4-Apakah Tuhan sudah tidak mampir di negeri ini sehingga para anggota-anggota pemimpin dengan mudah mengeluarkan kata2 tuduhan terhadap tetangga tanpa selidik dan mempelajari terlebih dulu?

Nah, andai saja semuanya itu terjadi, tidak perlu teruskan membaca tulisan ini. Bukan hanya anda yang hidup didunia ini, Kalau tidak rela budaya-budaya kalian berkembang, lebih baik panggil semua keturunan Indonesia yang ada di luar negeri, tutup semua jalur darat laut, udara maupun dunia maya. Putuskan segala komunikasi serta hubungan dengan negara luar. Mudah-mudahan budaya dan makanan anda tidak akan terjaga 99%.

Persoalannya, kita yang teriak-teriak maling… seasli manakah budaya kita?

Yuk baca beberapa fakta dibawah ini :

Baca lebih lanjut

Categories: Agama dan Budaya | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Seminar Internasional “Menelusuri Budaya Melayu Serumpun Indonesia-Malaysia”

Kembali Universitas Riau (UR) mengadakan Seminar Internasional Menelusuri Budaya Melayu Serumpun Indonesia-Malaysia yang ditaja oleh HIMAMELUR (Himpunan Mahasiswa Melayu Universitas Riau) yang bekerjasama dengan Kementerian Seni Budaya BEM UR di Gedung DPH Fakultas Tekhnik UR, sabtu (7/6) lalu.

Seminar ini diadakan sebagai salah bentuk jamuan dari Mahasiswa/i UR atas kunjungan Mahasiswa/i Universitas Tekhnik Malaysia (UTM). Acara ini dibuka dengan tampilan Tari Persembahan oleh Grup Tari HIMAMELUR, dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari masing-masing Kelembagaan Organisasi dari UR dan UTM .

Peserta Seminar terbuka untuk umum dan terbatas. Seminar ini dihadiri oleh 3 Pemateri yakni Dr. Liza Md Shalleh dari UTM, Muchid dan Elvi Riyadi (Pakar Budya Melayu) yang dimoderatori oleh Dr. Dahliyusmanto, S.Kom, M.Sc.

“Ini kali perdana kami dari pihak UTM mengunjungi UR. Kami sangat mengapresiasi atas pihak dari UR melalui HIMAMELUR dan BEM UR yang telah dapat membuat program seperti ini dan mengelola acara hingga berjalan lancar. Tidak menutup kemungkinan untuk kami dapat berkunjung lagi dikemudian hari,” ujar Pengetua Kolej Datin Seri Endon Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Liza Md Shalleh.

Firman Syafaruddin selaku Ketua Pelaksana dalam kata sambutan menyampaikan “Seminar ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat Melayu di seluruh Indonesia, terkhususnya para pemuda Riau agar mampu mempertahankan sifat kemelayuan seperti yang sedia ada dilakukan di Malaysia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap visi Riau 2020.”

“Saya sangat bahagia Seminar Internasional Budaya Melayu Indonesia-Malaysia ini mendapat respon yang sangat positif dari berbagai kalangan. Hal ini menandakan Budaya Melayu masih terjunjung tinggi walaupun belum terimplementasi secara sempurna yang disebabkan kurangnya penggerak dalam membangkitkan Melayu di dunia,” tambah Karimansyah Putra selaku Ketua Umum HIMAMELUR.

Menteri Seni Budaya BEM UR, Muhammad Isnainy Ramadhan menuturkan “Tujuan secara umum pengadaan kegiatan antar dua Universitas serumpun dari Negara yang berbeda ini untuk saling mengenalkan budaya Melayu Riau dan Universitas Riau kepada pihak UTM.”(end)

Narasi : Yosi dan Elsa (YE)

Pemateri (Dr. Liza Md Shalleh)

Pemberian Cendramata Oleh Karimansyah Putra selaku Ketua umum HIMAMELUR

Pemberian Cendramata Kepada Ibu Dr. Liza Md Shalleh

Pemberian Cendramata Oleh Menteri Budaya dan Seni BEM UR kepada Pemateri

 

Grup tari HIMAMELUR

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.